Harga tak stabil saat pandemi covid, omset toko tani indonesia melonjak

Pandemi covid-19 dianggap bencana bagi seluruh dunia terutama dalam bidang ekonomi. Orang-orang berlomba-lomba menyetok kebutuhan pangan agar dapat bertahan saat masa lockdown, yang dimana pada akhirnya membuat harga di pasaran tidak stabil akibat kurangnya persediaan bahan pangan atas tingginya permintaan. Selain itu oknum-oknum nakal pun tak ketinggalan berperan di didalamnya, dengan mengambil kesempatan dalam kesempitan memanfaatkan kondisi ini demi seutas tali kekayaan yang tak berarti. Penimbunan barang, rekayasa pasar, hingga penipuan dilakukannya. Akibatnya harga di pasaran tak stabil dan berujung pada krisis pangan.

Tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang menawarkan keuntungan tidak proporsional antara pengusaha. Tingginya harga pada konsumen juga tak menjamin petani mendapatkan harga yang pantas sesuai dengan tingkat harga yang saling menguntungkan. Dalam hal seperti ini upaya pemerintah melalui kebijakan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dengan pembangunan Toko Tani Indonesia (TTI).


Bagaimana gambaran toko tani indonesia?

Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan terobosan kebijakan kementrian pertanian sebagai bagian dari pengembangan usaha pangan masyarakat. Toko Tani Indonesia ini dilaksanakan sejak tahun 2016, dan dikembangkan pada tahun 2017 di tujuh provinsi di indonesia. Konsep utama Toko Tani Indonesia adalah menjamin harga pembelian dengan mempertimbangkan keuntungan petani yang wajar dan harga eceran terjangaku di masyarakat. Dengan toko tani indonesia rantai pasok pangan yang semula 8-9 pihak menjadi 3-4 pihak. Dengan sistem seperti ini harga pangan dapat turun hingga 30%.

Pertanian di indonesia dinilai cukup baik, dan profesi tani ini sendiri juga tidak beresiko menularkan covid karena pekerjaan ini dinilai menyehatkan dan tidak membuat kerumunan orang banyak. Akan tetapi kendala produksi pangan ini terletak pada proses pemasarannya, dimana para pedagang, umkm dibatasi operasionalnya karena interaksi pedagang dengan pembeli di pasar dinilai beresiko menularkan covid-19. 



Lalu mengapa toko tani indonesia omsetnya melonjak saat pandemi covid?

Toko tani indonesia menjaga fluktuasi harga agar tetap stabil sekalipun di masa paceklik. Oleh karena itu, melonjaknya omset toko tani indonesia mencapai 100 persen dari hari-hari biasanya. Seperti yang kita ketahui pada pembahasan paragraf sebelumnya banyak harga meningkat di masa pandemi membuat masyarakat kesusahan mendapatkan bahan pangan apalagi bagi masyarakat yang ekonominya menengah kebawah. Omset penjualan yang meningkat membuat pengunjung di toko tani berujung ramai hingga pihak toko membatasi operasional 4 jam sehari untuk meminimalisir penyebaran virus.

Memang kendala saat pandemi ini pada proses pemasarannya, akan tetapi hal ini tak menjadi penghalang, karena toko tani indonesia besinergi dengan perusahaan Gojek dan ada juga aplikasi toko tani indonesia yang baru saja launching pada 20 April 2020, dimana memudahkan masyarakat berbelanja tanpa harus tatap muka untuk memutus rantai penyebaran virus, sehingga jam operasional pun ditambah karena permintaan pesanan yang banyak membuat para ojol meminta perpanjangan jam operasional.  Kedepannya pengembangan toko tani indonesia diharapkan berpengaruh baik bagi perekonomian di indonesia, dengan mengembangkannya ke berbagai daerah lain yang mungkin belum menerapkan kebijakan ini.



 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Cara Belajar yang Lebih Baik

Kegiatan Membagikan Masker Kain Kepada Anak-Anak

Apa Itu Virus Corona (COVID-19)?